Bukan Anda Pemenangnya, tapi Saya!

I can do all things with GOD
Ternyata sudah 3 bulan ini tidak pernah posting tulisan. Tapi senang sekali karena hari ini ada waktu untuk orat-oret blog ini. Memang menulis itu bukan pekerjaan yang mudah ternyata. Tapi tidak juga sesulit yang saya bayangkan. Yang menjadi permasalahan adalah, ketika ide muncul dalam pikiran; tidak ada waktu untuk segera menuliskannya - tepatnya menunda untuk menulis, hingga ide itu lenyap di alam pikiran.;) - pengalaman pribadi neh ^.* 

Kejadian ini terjadi beberapa hari yang lalu, tanggal berapa persisnya saya bahkan lupa. Seorang teman mengajak saya untuk pulang kerja mengendarai sepeda motor bareng, bukan boncengan. tapi mengenderai motor masing-masing. Mengingat lokasi tempat kerja yang cukup jauh dari rumah, alangkah lebih baik bila ada teman di perjalanan, katanya.


Sebenarnya pada awalnya saya 'agak menolak" ajakan ini. Saya pikir, perjalanan ini akan lebih panjang karena saya tidak bisa memacu kecepatan seperti biasanya. Apalagi cuaca sangat tidak mendukung - Hujan. Dan juga saya terbiasa sendirian di jalanan yang panjang ini. 

Akhirnya teman saya itu mampir ke kantor saya, dan kami pulang bersama. Tentu saja saya mengiringi perjalanan dari belakang, untuk memastikan bahwa saya dapat memantau teman saya yang di depan. Benar saja dugaan saya diawal, bahwa perjalanan ini pastinya lebih lama dan cuaca hujan yang dingin membuat saya malah mengantuk. Tapi kami tiba juga dengan selamat, aman dan tak kurang suatu apapun, kecuali kedinginan dan basah kuyup.

Lantas apa hubungannya dengan judul postingan ini? "BUKAN ANDA PEMENANGNYA, TAPI SAYA!" Sering sekali, kita sulit menolak ajakan seorang teman atau seorang atasan dipekerjaan atau ajakan hasrat dari dalam hati. Atau lebih tepatnya, sering sekali kita berpikir ulang untuk memberikan "pertolongan" kepada orang lain. Sebelum menolong kita berpikir 'apa untungnya bagi saya?' ,"Mungkin ini merugikan" , dll. 

Seperti pengalaman saya di atas, sekalipun teman saya "sedikit memaksa" saya untuk memenuhi permintaannya, bisa saja saya tetap menolaknya. Tapi saya senang sekali karena saya bisa belajar untuk mengalahkan ke-egois-an saya pada saat itu. Saya terlalu egois untuk pulang tanpa harus menurunkan kecepatan motor saya. Namun ke-egois-an saya telah kalah oleh ketulusan saya untuk pulang bersama-sama. 

Memang tidak mudah bagi saya, bahkan disepanjang perjalanan saya selalu tergoda untuk memacu kecepatan dan segera meluncur menghilang di tikungan jalan. Tapi sekali lagi KESABARAN saya telah diasah "sedikit" dan saya Menang atas ketidaksabaran dan keegoisan. Iya, saya Menang.

Teringat sebuah tulisan yang sangat menolong saya menjalani dan menghadapi ketidaksabaran saya atas banyak hal; yaitu:

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, 
orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota".
-Amsal 16:32

Dan banyak hal yang membuat kita tidak sabar. Tidak sabar menunggu jawaban atas harapan-harapan dan doa-doa kita. Tidak sabar menghadapi kondisi rekan-rekan kerja, Tidak sabar menghadapi kesulitan ekonomi, Tidak sabar mengantri dan dalam kemacetan dan banyak hal lain. 

Satu kata terakhir tetap SABAR. ;) maka Andalah PEMENANG nya!

4 komentar:

  1. begh... lama nian 3 bulan. awak kira elvin lupa password account blognya... ternyata...
    untung aja awak sabar... jadi saya lah pemenangnya..

    the menejz

    BalasHapus
  2. ha ha ha ha....
    Trimakasih ya Menejz telah bersabar!
    Iya neh, tidak sempat menuangkan ide (jg lebih sering tidak dapat ide) ;).

    Karena Anda SABAR, maka Anda lah PEMENANG nya!
    Keep Posting yaa...

    BalasHapus
  3. Simson Pardosi28 Maret 2011 09.22

    untuk membaca maksud postingan ini, saya harus membaca general nya yang amat panjang sepanjang perjalanan dia hendak pulang kantor... tapi ga apa untuk mendapatkan materi ini saya harus sabar membaca sampai tanda bacanya sekalipun, jadi saya lah pemenangnya......!!!

    BalasHapus
  4. Simson Pardosi, thank you bro sudah bersabar membaca kisah saya yang panjang ini. hahaha..
    Saya tau, Anda juga telah berSABAR menghadapi kegalauan dan ke-egoisan "seseorang";
    tp pada akhirnya Anda MENANG. iya bro, aku tegaskan lagi, bhw Anda MENANG. SELAMAT!!!.

    Salam berSABAR...!!!

    BalasHapus

Terima kasih atas kunjungannya, Silahkan berikan komentar Anda di sini / Thank you for visiting, Please leave your comment here.